This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 01 Oktober 2016

LETTER INVITATION

INVITATION TO PARTY 

156, Duren Sawit,
Jakarta.
2 October, 2016
Dear Mr Badaru,
We would like to invite you to join us for lunch on Saturday, 8 October at 13:00 as we celebrate Randi's birthday.
The party would be at our home and it would be an informal gathering.
We hope would be able to make itconvenient to attend the party.
Looking forward to meeting you,
With Best Wishes,

Signature


(Randi)  

Rabu, 20 April 2016

Kisah film 99 Cahaya di Langit Eropa

Pemain film 99 Cahaya di Langit Eropa


Berawal dari Vienna (Austria), Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana Aryasatya) memulai kisahnya. Rangga yang saat itu menempuh kuliah doktor di WU Vienna dan Hanum yang dulunya bekerja di bidang jurnalistik mendampingi sang suami selama di Eropa. Mereka sangat sulit hidup di Eropa apalagi dengan status mereka sebagai muslim. Rangga kesulitan mencari makanan yang halal dan kesulitan mencari tempat sholat di kampusnya. Sedangkan Hanum mengalami kesulitan mencari pekerjaan karena kurang fasih berbahasa Jerman.

Hanum menemukan harapannya setelah melihat sebuah poster kursus berbahasa Jerman gratis. Saat mengikuti kursus tersebut, Hanum bertemu dengan Fatma (Raline Shah), seorang muslimah Turki yang berkerudung. Mereka pun akhirnya bersahabat. Fatma mengajak Hanum ke sekolah anaknya, Ayse (Geccha Tavvara). Di sana Hanum bertemu dengan Ayse. Ayse sempat bertanya kepada Fatma “Tante Hanum muslim ya? Tapi kok Tante Hanum tidak berkerudung seperti kita?” Menurut Saya pertanyaan seorang bocah seperti Ayse cukup menusuk apalagi untuk Hanum. Namun, Fatma dengan cerdasnya berkilah “Tante Hanum sakit kepala, jadi dia tidak berkerudung?” Lalu Hanum menjawab “Iya, tante sakit kepala”. Ayse pun berceloteh lagi “Kalau sakit kepala hilang, janjinya ya Tante Hanum pake kerudung?” Adegan ini sangat menarik bagi Saya. Secara tidak langsung, film ini memberikan pesan kepada penontonnya tentang urgensi berkerudung (hijab). Menurut Saya adegan ini tidak menggurui karena diucapkan secara spontan oleh bocah kecil. 

Sebenarnya, Ayse sering di-bully teman-temannya terutama Leon di sekolah. Kerudung adalah penyebab utamanya. Karena terlalu sering di-bully, Guru Ayse sempat membujuk Ayse untuk membuka kerudungnya. Namun, Ayse tetap tidak mau membuka kerudungnya.

Hanum, Fatma, dan Ayse makan di sebuah cafe. Ada kejadian menarik di sini. Hanum bercerita tentang masalahnya yang berat selama di Vienna. Ayse bercelutuk dengan polosnya. Menurut Saya, celutukan Ayse sederhana tapi maknanya sangat dalam.

“Hei masalah besar, aku punya Allah yang lebih besar” (Ayse)

Tatkala di cafe tersebut, Fatma bercerita tentang asal mula cappuccino. Ternyata Cappucino tersebut berasal dari negara Turki. Tak lama setelah menceritakan cappuccino, Hanum menguping di balik pintu tempat duduknya. Saat itu, dua pria bule berceloteh saat makan roti Croissant. Si bule bercerita kepada temannya bahwa roti Croissant bentuknya seperti bendera Turki. Berdasarkan sejarahnya, pasukan Eropa pernah mengalahkan pasukan Muslim Turki. Karena masyarakat Eropa masih dendam dengan masyarakat Turki, maka masyarakat Eropa membuat roti Croissant berbentuk bulan sabit untuk dimakan bukan untuk dihormati.

Hanum langsung naik pitam mendengar percakapan bule tersebut. Dia melarang Fatma dan Ayse memakan roti Croissant. Namun, Fatma malah memanggil pelayan untuk membayar kedua bule dan menulis sepucuk surat untuk kedua bule tersebut. Menariknya adalah di akhir tulisannya Fatma menulis sesuatu yang membuat Hanum terkesan.

“Saya agen muslim dan sebagai muslim ingin membawa kedamaian” (Fatma)


Pada adegan Rangga, penonton ditunjukkan tentang lika-liku kehidupan kampus dengan mahasiswa muslim minoritas. Rangga memiliki teman bernama Stefan (Nino Fernandez), seorang penganut atheis yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap Islam. Stefen sering bertanya kepada Rangga tentang Tuhan, sholat dan puasa. Stefen pernah bertanya kepada Rangga “kenapa sih Tuhan kamu suka menyiksa umatnya?”, “memang tujuan puasa itu apa?”, “bagaimana kalau ternyata Tuhan kamu tidak ada?” Semua pertanyaan Stefen tersebut dapat dijawab Rangga dengan baik. Rangga menjawab dengan menganalogikan premi asuransi. Setiap nasabah asuransi harus membayar kewajiban berupa premi asuransi setiap waktunya. Demikian juga, dengan seorang muslim harus membayar kewajibannya dengan tunduk kepada Allah (berupa puasa dan sholat).

Rangga juga mempunyai seorang teman muslim asal Pakistan yang bernama Khan (Alex Abbad). Bersama Khan, Rangga merasa tidak sendiri sebagai seorang Muslim. Khan pernah memberi bekal makanan yang halal kepada Rangga. Rangga sangat senang menerimanya. Namun, kehidupan kampus Rangga dan Khan sangat sulit. Kampus Rangga dan Khan tidak memiliki sebuah musholla yang layak. Mereka pun harus sholat di ruangan ibadah yang bercampur dengan agama lain (Konghucu, Buddha, Kristen). Khan bahkan ragu dengan sholatnya apakah diterima Allah atau tidak? Hal yang paling bergejolak pada Rangga dan Khan adalah saat akan mengikuti jadwal ujian yang bentrok dengan sholat Jumat. Tak terima dengan keputusan profesor yang membuat jadwal bentrok dengan sholat jumat, Rangga mengajak Khan menemui profesor tersebut. Sayangnya Khan berkata “Maaf kawan, untuk agama, saya tidak ada toleransi. Untuk masalah ini, kamu sendirian”. Rangga pun menemui Profesor yang mempromosikan beasiswanya. Rangga tidak berhasil mendapatkan dispensasi dari Profesor tersebut. Apalagi profesornya sempat bercelutuk untuk tidak meluluskannya terhadap mata kuliah tersebut. Rangga pun pasrah saat profesor berkata "Mr. Almahendra, saya pernah mendengar kalimat bismillahirrahmanirrahim yang artinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. So, what's the big deal?" Dengan berat hati, Rangga meninggalkan ruangan profesor. Hati Rangga masih bergejolak sampai ujian dilaksanakan. Khan memutuskan tidak mengikuti ujian dan langsung sholat jum’at ke Masjid. Awalnya Rangga juga memutuskan hal yang sama dengan Khan. Namun, setiba di masjid, Rangga kembali ke kampus dan mengikuti ujian.

Selain Stefen dan Khan, Rangga mempunyai seorang teman perempuan yang bernama Maarja (Marissa Nasution). Sebenarnya Maarja sangat tertarik dengan Rangga. Dia tidak memperdulikan bahwa Rangga sudah mempunyai istri. Namun, Maarja selalu menggoda Rangga.

Saat di rumah, Hanum mempersiapkan makan malam untuk Rangga. Hanum membuat ikan asin. Karena bau ikan asin yang menyengat, tetangga rumah Hanum sampai menggedor pintu rumah Hanum. Hanum dilarang memasak makanan yang dapat mengganggu penciuman tetangga lain. Hanum kesal dengan tingkah laku tetangganya. Setelah adegan tersebut, Rangga pun datang. Rangga berusaha merayu Hanum yang sedang kesal dengan tetangganya. Saat makan, Hanum dan Rangga menceritakan kisahnya masing-masing. Hanum bercerita tentang kerudung yang dipakai Fatma dan Ayse. Rangga pun berkata “Tapi, kamu cantik loh pakai kerudung”. Pernyataan Rangga mengandung pesan dari film ini yaitu urgensi berkerudung. Sejujurnya, Saya iri dengan kemesraan Rangga dan Hanum di film ini. Rangga selalu sabar menghadapi Hanum. Sering pula mereka mengumbar kemesraan yang membuat penonton gigit jari. 

Saat di rumah, Hanum menunjukkan kelembutannya sebagai seorang muslim. Hanum membalas tetangga yang mengomeli makanan ikan asinnya dengan membuat mie goreng ikan asin. Mie goreng ikan asin tersebut sangat dinikmati oleh tetangganya. Sehingga, tetangganya ketagihan dan ingin dibuatkan ikan asin lagi oleh Hanum
Suatu kali, Rangga harus menghadiri seminar yang diadakan di Paris. Hanum pun diajak Rangga ke Paris. Hanum sangat senang. Saat di Paris, Hanum bertemu dengan teman Fatma yang bernama Marion Latimer (Dewi Sandra). Marion adalah seorang muallaf yang merupakan ahli sejarah di Paris. Bersama Marion, Hanum diajak mengelilingi kota Paris. Hanum diajak ke Menara Eiffel yang merupan icon kota Paris. Marion juga mengajak Hanum ke Museum Louvre. Dalam Museum tersebut terdapat beragam foto dan lukisan diantaranya adalah lukisan Monalisa dan lukisan Bunda Maria berkerudung. Hal yang menarik pada lukisan Bunda Maria adalah terdapat kaligrafi yang dilihat bertuliskan La ilaha illallah. Objek yang dikunjungi Hanum dan Marion berikutnya adalah Monumen Arc de Triomphe. Monumen Arc de Triomphe memiliki patung Napolleon Bonaparte. 
"Monumen Arc de Triomphe memiliki garis lurus imajiner (Axe Historique) yang tepat membelah kota Paris. Jika garis tersebut ditarik lurus sampai ke timur, maka garis tersebut tepat mengarah ke Ka’bah, Mekkah"

Usai acara seminar Rangga di Paris, Hanum berjalan-jalan dengan Rangga ke Menara Eiffel. Di atas Menara Eiffel, Rangga mengumandangkan adzan. Bergetar hati Saya saat Rangga mengumandangkan adzan. Usai jalan-jalan, Hanum pun pamit kepada Marion. Sebelum balik ke Austria, Marion menitip barang kepada Hanum. Barang tersebut merupakan titipan Fatma. 

Setiba di Vienna, Hanum mencari Fatma dan Ayse. Namun, Hanum tidak menemukan mereka. Hanum dan Rangga juga membuka titipan dari Marion. Mereka kaget dengan titipan Marion karena titipan tersebut merupakan obat kanker. Dalam titipan tersebut, Marion juga menyisipkan sebuah surat yang berisi bahwa obat tersebut untuk Ayse. Hanum pun kaget karena Ayse menderita kanker. Adegan ini sempat membuat mata Saya berkaca-kaca. Saya kasihan dengan Ayse yang masih kecil tapi mengidap kanker.



Selasa, 19 April 2016

Pengukur tinggi badan

Latar Belakang Masalah

Alat ukur merupakan suatu alat yang dapat digunakan oleh manusia untuk

membantu dalam proses penentuan parameter. Terdapat berbagai macam alat ukur

yang telah ada saat ini. Salah satu alat ukur tersebut ialah alat ukur tinggi untuk

mengukur ketinggian suatu objek. Kebanyakan alat ukur tinggi yang digunakan

saat ini ialah alat ukur tinggi analog.

Alat ukur tinggi badan yang biasa digunakan untuk mengukur tinggi badan

ialah dengan menggunakan alat ukur tinggi analog yang penggunaannya secara

manual, yaitu dengan membaca tinggi terukur yang tertera di dinding. Seseorang

yang akan diukur tinggi badannya memerlukan bantuan orang lain dalam

melakukan pengukuran. Hal ini memungkinkan terjadinya kesalahan pengukuran

karena faktor kesalahan manusia.

Dengan kemajuan teknologi di bidang elektronika, maka pada saat ini dunia

elektronika memanfaatkan sistem yang berbasis mikrokontroler. Sistem yang

berbasis mikrokontroler telah dinilai sebagai suatu alternatif lain yang memiliki

kemampuan yang diperlukan oleh suatu sistem yang rumit. Sehingga sistem yang

berbasis mikrokontroler merupakan sistem yang mempunyai efisiensi dan

efektivitas yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan, puskesmas, sekolah-sekolah,

sampai wahana permainan masih menggunakan alat ukur tinggi badan manual.

Menurut hasil wawancara dengan petugas yang berada dibidangnya, alat ukur ini

cara kerjanya masih bersifat konvensional yang dioperatori oleh satu petugas saja.

Sistem yang dipakai secara konvensional mempunyai kelemahan diantaranya

sering menaikkan dan menurunkan tuas pengukur, karena tinggi badan orang tidak

sama, selain itu petugasnya hanya satu orang. Dari kejadian tersebut

menyebabkan tersitanya waktu untuk mendiagnosa tinngi badan. Selanjutnya

ketika mengukur tinggi badan masih menurunkan dan menaikkan tuas pengukur,

pelayanan menjadi terhambat dan dampaknya tentu saja pada antrian yang begitu

panjang. Permasalahan ini ada dan berlanjut dari tahun ke tahun selama masih

menggunakan alat dengan cara konvensional.

Berdasarkan latar belakang diatas, dalam penulisan ilmiah ini dirancang

sebuah alat ”Pengukur Tinggi Badan Digital Menggunakan Sensor Ultrasonik

HC-SR04 Berbasis Arduino Uno”. Tinggi yang terukur dapat dilihat hasilnya

melalui layar LCD. Pengukur tinggi badan ini diharapkan akan mengurangi

kesalahan pengukuran dan dapat memudahkan untuk mengetahui tinggi badan

seseorang.

Kamis, 24 Maret 2016

Keadilan Sosial di Indonesia

Negara Indonesia adalah negara Pancasila yang dimana ideologi negara mengacu pada isi dari Pancasila. Di dalam Pancasila berisikan tentang "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" pada sila ke lima. Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat dalam bidang kehidupan, baik materil maupun spiritual. Hal ini berarti keadilan tidak berlaku bagi orang kaya saja, tetapi berlaku buat orang miskin, bukan hanya untuk para pejabat, tetapi untuk rakyat biasa pula, dengan kata lain seluruh rakyat Indonesia wajib berkeadilan sosial dimana pun dia berada.

Tapi sampai saat ini keadilan di Indonesia masih jauh dari kata adil, sebagian penduduk negara Indonesia yang mempunyai kekuasaan lebih di negara ini masih seenak nya saja melanggar hukum dan para penegak hukum pun tidak tegas dalam tugas nya yang menegakan hukum dengan landasan Pancasila pada sila ke lima. Sebagai contoh kejadian yang saya alami ketika saya sedang berkendara di daerah Bekasi, saya melihat seorang bapak berseragam / petugas yang mempunyai kekuasaan dalam menegakan hukum, beliau berkendara dengan sepeda motor tidak mematuhii persyaratan dalam berkendara, beliau tidak memakai plat nomer belakang pada motor nya dan beliau memasuki jalur bukan khusus roda dua, padahal ketika orang biasa memasuki jalur tersebut pasti akan kena pelanggaran tilaang oleh petugas tapi beliau sama sekali tidak di tindak oleh petugas di daerah tersebut. Sebagai petugas penegak hukum seharusnya beliau memberikan contoh yang baik untuk para pengendara lain, bukan nya malah mengandalkan kekuasaan nya untuk berkendara seenak nya. kemudian ada kejadian lagi yang menurut saya itu tidak adil, di dalam penindakan razia di jalan raya. Ada salah satu anak yang terkena razia, dia tidak mematuhi persyaratan dalam berkendara, otomatis dia terkena razia tapi pada saat razia dia tidak mendapatkan surat tilang tapi diloloskan begitu saja oleh petugas, yang saya lihat pada saat itu dia menelfon kerabatnya kemudian dia kasih telfon nya ke bapak petugas yang menilang nya, kemudian setelah petugas tersebut mengobrol melalui telfon dengan kerabat nya, anak itu langsung di loloskan begitu saja. Saya heran, langsung saja saya bertanya pada anak itu kenapa bisa di lolos kan begitu saja setelah dia menelfon kerabat nya, ternyata dia bilang ke saya kalau dia menelfon kerabat nya yang merupakan petugas yang mempunyai kekuasaan tinggi di negara ini.

Dari contoh yang saya alami diatas sudah jelas, betapa tidak adil nya keadilan petugas penegak hukum di negara yang berlandasan Pancasila ini, para petugas memilih-milih dalam menegakan sebuah hukum yang sudah di tetapkan, masyarakat yang mempunya kekuasaan tinggi di negara ini selalu lolos dalam penegakan hukum, padahal jelas-jelas telah bersalah. Seharus nya mereka yang mempunyai kekuasaan tinggi di negara ini bisa menjadi sosok yang selalu menjunjung tinggi nilai Pancasila, bukan nya malah hidup bebas tanpa hukum.

Minggu, 17 Januari 2016

Analisa Tulisan Pendek

Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh sisi hutan, maklum ini pengalaman pertama kalinya pergi ke hutan. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan teriak kencang dan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

 Banyak hewan yang teriak kencang sekali seperti ada pertanda bahaya di hutan, setelah di cek oleh Lyla dan Kakeknya, ternyata ada kebakaran di dalam hutan,
Kebakaran hutan telah menjadi masalah umum masyarakat. Banyak sekali kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran hutan mulai dari kerugian material dan juga kerugian non material . Namun perlu kita sadari penyebab kebakaran hutan ialah ulah manusia itu sendiri. Mulai dari pembakaran ladang lalu menyebar ke hutan-hutan lainnya. Oleh karena itu agar kejadian kebakaran hutan ini tidak terulang lagi perlu adanya sikap nyata dari pemerintah dan kita untuk menjaga hutan dan melestarikannya.

  Pemanasan global juga bisa menjadi salah satu penyebab kebakaran dan masalah terbesar yang dihadapi oleh umat manusia di era modern sekarang ini. Hampir setiap hari kita selalu disuguhi dengan berita-berita tentang akibat dari pemanasan global, seperti perubahan iklim, rusaknya ekosistem alam dan menyebabkan kepunahan, mulai mencainya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan, kekeringan terjadi dimana-mana, naiknya permukaan laut dan banyak menyebarnya penyakit tropis. Bencana pemanasan global terjadi adalah akibat dari efek rumah kaca yang diakibatkan jumlah karbon di lapisan udara dibumi menumpuk, sehingga menyebabkan terjadinya pemanasan udara di bumi. Penyumbang jumlah karbon terbesar adalah dari asap industry, kebakaran hutan dan asap knalpot dari kendaraan bermotor.
 
Paragraf 1 : Narasi Paragraf 
Narasi ialah paragraf yang bertujuan untuk menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami kejadian tersebut.
Paragraf 2 : Persuasi
Paragraf Persuasi adalah paragraf  yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.
Paragraf 3 : Argumentasi 
 Paragraf Argumentasi adalah paragraf yang bertujuan untuk mengemukakan contoh, asalan, bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan dengan tujuan meyakinkan pembaca sehingga pembaca membenarkan sikap, pernyataan, dan keyakinan kita.
 
Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh sisi hutan, maklum ini pengalaman pertama kalinya pergi ke hutan. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2015/03/contoh-paragraf-narasi-singkat-dan.html
Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh sisi hutan, maklum ini pengalaman pertama kalinya pergi ke hutan. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2015/03/contoh-paragraf-narasi-singkat-dan.html
Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh sisi hutan, maklum ini pengalaman pertama kalinya pergi ke hutan. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2015/03/contoh-paragraf-narasi-singkat-dan.html
Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh sisi hutan, maklum ini pengalaman pertama kalinya pergi ke hutan. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2015/03/contoh-paragraf-narasi-singkat-dan.html
Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh sisi hutan, maklum ini pengalaman pertama kalinya pergi ke hutan. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2015/03/contoh-paragraf-narasi-singkat-dan.html
Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh sisi hutan, maklum ini pengalaman pertama kalinya pergi ke hutan. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2015/03/contoh-paragraf-narasi-singkat-dan.html
Pagi yang cerah bagi Lyla untuk mencari kayu bakar di hutan, berangkatlah ia bersama Sang Kakek menuju hutan yang lebat. Di tengah perjalanan menuju tujuan Lyla melirik ke seluruh sisi hutan, maklum ini pengalaman pertama kalinya pergi ke hutan. Tak terasa ia telah tiba di hutan yang lebat, suara-suara hewan terdengar nyaring, tampaknya Lyla mulai agak takut.

Sumber :http://www.smansax1-edu.com/2015/03/contoh-paragraf-narasi-singkat-dan.html

Menganalisis Artikel Pada Koran



Kata Sebelum Perbaikan
Kata Sesudah Perbaikan
Bakal
Akan
Men-gusung
Me-ngusung
Kalo
Jika
Ambil
Mengambil
Soal
Persoalan


Jumat, 02 Oktober 2015

Peranan Bahasa Daerah Dalam Perkembangan Bahasa Indonesia

Peranan bahasa daerah dalam pengembangan bahasa Indonesia

Sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pendidikan serta pengembangan keilmuan,bahasa indonesia memerlukan pengembangan kata dan istilah.Kekayaan kosakata suatu bahasa mengindikasikan kemajuan peradaban bangsa.Seiring berjalannya waktu,bahasa Indonesia terus menunjukan perkembangan.Perkembangan bahasa indonesia telah diwarnai bahasa asing seperti bahasa Arab,Portugis,Cina,Belanda,dll.Selain diwarnai dan dipengaruhi bahasa asing,bahasa indonesia juga dipengaruhi bahasa daerah atau bahasa lokal.Peran bahasa lokal terhadap perkembangan bahasa indonesia cukup signifikan.
Bahasa daerah yaitu unsur terbentuknya budaya daerah dan sekaligus budaya nasional. Apabila satu persatu bahasa nasional tidak di gunakan maka benteng bahasa secara perlahan akan runtuh yang menyebabkan kata-kata dan kebudayan nasional menghilang , inilah yang di takuti .Interaksi budaya mengakibatkan kosakata bahasa-bahasa lokal masuk ke dalam pemakaian bahasa Indonesia. Penutur bahasa Indonesia yang berlatar belakang bahasa ibu turut mencoraki perkembangan kosakata bahasa Indonesia. Bahasa lokal yang memiliki tradisi tulis-menulis serta memiliki penutur bahasa dalam jumlah besar memiliki pengaruh besar terhadap bahasa Indonesia.
Pengaruh urbanisasi sangat besar terhadap pengucapan kosakata terhadap bahasa lokal ke dalam bahasa Indonesia. Orang-orang perantau biasanya tidak bisa meniggalkan bahasa adatnya sehingga logat nadanya pun kebawa juga, sehingga kosakata dalam bahasa lokal nyatak sengaja terlontar. Terdapat ratusan bahasa lokal maupun ribuan karena semakin berkembangnya waktu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Umumnya bahasa lokal mewakili suatu suku, namun keragaman budaya tak jarang membuat sebuah suku memiliki berbagai jenis bahasa lokal. 


Beberapa kelebihan bahasa lokal antara lain adalah:
1. Komunikasi antar sesama suku dapat berjalan lebih akrab sehingga rasa persaudaraan akan lebih terjalin,
2. Bahasa lokal tidak bersifat kaku karena bukan bahasa resmi.
Sedangkan kelemahan bahasa lokal adalah :
1.Dapat menimbulkan kesalahpahaman jika bahasa lokal dilontarkan secara tidak sengaja di hadapan orang yang tidak mengerti, dan
2. Bahasa serapan dari bahasa lokal sulit dipelajari orang asing karena berbeda dialek.
Kontribusi Kosakata Bahasa Daerah dalam Bahasa Indonesia
Ada beberapa cara untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kosakata bahasa daerah dalam bahasa Indonesia. Salah satunya adalah dengan melihat keberadaan kosakata bahasa daerah di dalam kamus. Kamus, selain menjadi sumber rujukan dalam memahami makna kata suatu bahasa, juga merupakan rekaman tertulis penggunaan bahasa yang (pernah) digunakan oleh masyarakat penggunanya. KBBI merupakan salah satu kamus komprehensif yang merekam penggunan kata, termasuk di dalamnya kosakata bahasa daerah yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia. KBBI disusun berdasarkan kamus bahasa Indonesia yang telah ada sebelumnya, seperti Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1985),Kamus Indonesia (Harahap, 1951), dan Kamus Modern Bahasa Indonesia (Zain, t.t.).
KBBI Pusat Bahasa Edisi Keempat (2008) memuat kurang lebih 70 bahasa daerah yang telah dianggap sebagai warga bahasa Indonesia. Selain bahasa daerah, KBBI juga memuat dialek Melayu, seperti Melayu Jakarta, Melayu Jambi, dan Melayu Medan, serta memuat bahasa asing, seperti bahasa Arab, bahasa Belanda, dan bahasa Cina.
Kosakata dari bahasa daerah tersebut dapat diidentifikasi dengan dua cara, yaitu (1) melihat label yang ditulis antara lema dan kelas kata dan (2) melihat informasi asal bahasa yang ada di dalam definisi. Berdasarkan penghitungan dengan hanya memperhatikan label penggunaan bahasa daerah, diketahui bahwa kosakata serapan bahasa daerah berjumlah 3.592 entri. Jika dilihat dari jumlah entri yang terdapat dalam KBBI Edisi Keempat (2008) yang memuat 90.049 entri, bahasa daerah ternyata hanya memberikan kontribusi sebesar lebih kurang 3,99% dalam kosakata bahasa Indonesia. Jumlah tersebut sungguh sangat kecil. Oleh karena itu, pernyataan yang menyebutkan bahwa bahasa daerah adalah pilar utama dan penyumbang terbesar kosakata bahasa negara, seperti yang tersurat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2007, perlu dipertimbangkan kembali. Berikut ini adalah tabel lengkap bahasa daerah dan jumlah kosakata yang disumbang.
Posisi bahasa lokal adalah sebagai penunjang bahasa Indonesia. Sebab mayoritas kosakata bahasa Indonesia yaitu sebagai serapan dari bahasa-bahasa lain terutama bahasa daerah tersebut, sehingga bahasa Indonesia sering disebut sebagai bahasa persatuan negara Indonesia. Apakah jadinya sebuah bangsa yang tidak lagi memiliki kebudayaannya ? Bangsa kita akan terjebak menjadi bangsa tanpa kepribadian yangtidak percaya diri menggunakan bahasa aslinya tinggal. Hal ini jelas akan memperlemah tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara ini akan menjadi negara yang gagal (the fail state). Dengan demikian bahasa daerah maupun bahasa nasional memiliki peran yang sangat penting bagi berdirinya negara kita sendiri. Oleh karena itu, di samping penguasaan bahasa nasional maupun internasional dalam rangka menghadapi globalisasi percaturan global, maka setiap anak bangsa harus sadar untuk turut melestarikan bahasa lokal alias bahasa daerah. Caranya tidaklah terlalu sulit, mari kita kembali bangga menggunakan bahasa daerah.

REFRENSI:
http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1285
http://www.bimbingan.org/bahasa-daerah.htm